fbpx

Blog | GoSocial

Menemukan ide itu tidaklah mudah, beberapa orang meyakini untuk mencari ide harus ditempat yang sunyi agar mendapatkan suatu ide yang cemerlang dan kreatif.

Namun apabila sedang tidak bisa menemukan ide atau sedang buntu, maka apa yang harus dilakukan? Menunggu ide bukanlah pilihan yang tepat, kamu harus tetap bergerak dan berpikir.

Mencari ide pun terkadang membutuhkan waktu yang mungkin cukup lama yang akhirnya hanya membuang buang waktu kamu. Inspirasi itu datang dari apa yang sedang kita rasakan, kita lihat dan kita dengar. Masa sekarang adalah dimana semua orang berlomba dalam kreativitas agar karya atau bisnis bisa terlihat berbeda dari yang lainnya.

Ini juga berlaku pada content di media sosial, kamu pasti merasakan bagaimana susahnya mewujudkan ide-ide yang fresh dari content sebelumnya namun tetap bisa mewakili brand atau bisnis kamu.

Nah salah satu cara sederhananya adalah menggunakan content pillar, apa itu?

Pengertian Content Pillar

unsplash.com

Content pillar adalah 3 hingga 5 topik yang akan dibahas, dibuat dan diperkuat oleh brand kamu secara konsisten.

Content pillar membantu mendapatkan kejelasan tentang niche kamu. Menjadi ahli dalam satu bidang atau beberapa akan membuat brand atau bisnis lebih fokus dan akan tumbuh lebih cepat.

Cara Membuat Content Pillar

unsplash.com

Memahami Audiens

Sebuah content bukan hanya postingan semata. Kamu harus benar-benar mengetahui dan memahami siapa target audiens kamu dengan detail.

Ketika kamu sudah mulai memahami audiens kamu maka langkah selanjutnya dalam membuat content akan lebih mudah, seperti kamu bisa memahami tema apa yang akan kamu buat pada content, tulisan seperti apa yang menarik, desain apa yang cocok dan lainnya. Itu memudahkan kamu dalam membuat content kedepannya.

Tetapkan Content yang Paling Kuat

Ketika kamu sudah memahami siapa target audiens kamu dan kamu sudah membuat beberapa content dan ada satu content yang mempunyai review atau traffic yang tinggi, itu bisa kamu manfaatkan untuk bisa memperkuat content kamu bahkan membantu branding brand kamu. Ketika sudah mempunyai content andalan maka akan muncul ide-ide baru yang berkaitan.

Membuat Content Calendar

Setelah kamu sudah menetapkan beberapa content, kamu bisa memindahkah content tersebut ke dalam calender agar tidak salah memposting. 

Kamu bisa menganalisis content mana yang paling relevan dengan hari, misalnya pada hari senin kamu bisa melihat content minggu lalu di hari senin, jam berapa content kamu ramai, bisa analisis dari insight like, komentar atau share dan lainnya apabila kamu menggunakan instagram.

Kemudian jangan lupa manfaatkan hari besar untuk mem-boosting content yang akan kamu posting, misalnya ketika hari 17 Agustus selain membuat content bertema Kemerdekaan kamu bisa menambahkannya dengan mengajak audiens, misalnya bercerita tentang sejarah kemerdekaan lewat pertanyaan, games, challenge atau lainnya yang mewakilkan brand kamu.

Gunakan Keyword

Keyword memudahkan kamu dalam membuat content, karena dari sini kamu bisa membuat content yang sesuai dengan keyword atau yang sedang trend lalu kamu sambungkan dengan brand atau bisnis kamu. Kamu bisa menggunakan google trend

Dan selain itu di media sosial kamu bisa mencoba memakai hashtag yang mempunyai angka yang tinggi atau yang banyak dipakai. Dan setelah itu kamu bisa identifikasi apakah content yang sudah dibuat mendapatkan perhatian audiens atau tidak.

Perhatikan Kompetitor

Ini bukan menyamakan tapi belajar bagaimana content kompetitor bisa lebih tinggi. Kita memulainya dengan teknik ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), bukan serupa, ingat ya.

Dari kompetitor pun kamu mungkin saja bisa mendapatkan ide-ide baru. Kompetitor bukan lawan tapi teman.

Dengarkan Audiens

Setelah kita melewati beberapa tahap, maka langkah yang paling ampuh dan memanjakan audiens adalah mendengarkan mereka. Apa yang mereka sampaikan bisa menjadi acuan bagi brand atau bisnis kamu kemudian juga bisa mendapatkan ide tambahan pada content.

Dan juga memahami lebih dalam untuk menjawab dan memberikan solusi dari permasalahan audiens lewat content yang edukatif, informatif dan menghibur, tentunya tetap mewakili brand atau bisnis kamu.

Mengapa Content Pillar Menjadi Tumpuan dalam Mempertahankan Eksistensi?

pexels.com

Konsistensi Adalah Kunci

Ketika brand atau bisnis kamu sudah terjun ke dalam media sosial, maka kunci utamanya adalah konsistensi dalam membuat content, apapun itu dari visual, blog, infografis, video dan lainnya.

Konsisten mempengaruhi insight media sosial kamu. Media sosial yang aktif akan memperlihatkan media sosial tersebut masih ada, namun apabila media sosial tersebut kurang aktif maka akan ditinggalkan oleh audiens dan akan mengurangi jumlah followers. Maka dari itu, konsisten itu penting dalam mempertahankan eksistensi brand atau bisnis.

Profesional

Setelah konsisten sudah dilakukan maka akan muncul penilaian dari audiens bahwa brand atau bisnis kamu terlihat profesional karena dari content yang dibuat cukup menarik kemudian keaktifan media sosial brand kamu, mulai dari membalas komentar, membuat stories dan lainnya.

Mengapa bisa dibilang profesional? Karena dengan kita konsisten pasti ada pembelajaran dan pembaruan yang baru dalam membuat content yang mana itu menjadikan media sosial brand atau bisnis kamu menjadi lebih terlihat profesional bukan asal asalan.

Dipercaya

Content sudah konsisten dan setiap hari ada perkembangan baru dalam pembuatan content, bukan tidak mungkin engagement akan meningkat.

Kemudian media sosial kamu akan dipercaya oleh audiens walaupun mereka mungkin belum membeli produk yang kamu tawarkan tapi mungkin saja mereka tertarik dengan content yang sudah kamu buat dan dipercaya oleh audiens hingga akhirnya mereka merekomendasikan media sosial brand atau bisnis kamu kepada orang terdekatnya.

Dari hal ini ada peluang yang terselip dari audiens untuk membeli produk yang kamu tawarkan atau ingin bergabung dengan komunitas yang kamu bentuk.

Semakin banyak orang yang tertarik maka akan semakin percaya dengan brand atau bisnis kamu.

Bukan rahasia umum kalau content is king di era media sosial ini. 

Namun jangan hanya terpaku pada ide content saja kamu harus memperhatikan hal lainnya, misalnya pengelolaan media sosial yang baik, evaluasi media sosial yang rutin kemudian cara media sosial kamu berinteraksi dengan audiens dan hal detail lainnya yang sebenarnya terkadang diabaikan karena hanya fokus pada content.

Hal tersebut tidak akan lagi menjadi beban kalau dibantu GoSocial karena kami memiliki jasa Social Media Management & Social Media Engagement. 

Informasi lebih lanjut bisa dilihat disini atau follow Instagram kami GoSocial.id

Comments to: Anti Kehabisan Ide Content Kalau Menggunakan Content Pillar, Ini Caranya

Your email address will not be published.

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Artikel terbaru lainnya

Artikel terkait

Trending

Daftar Isi1 Yuk, Melihat Fakta Peningkatan UMKM Go Digital !2 Apakah Peningkatan Ini Tergolong Besar ?3 Lalu, Apa Faktor UMKM Lamban Go Digital ?3.1 Sumber Daya Manusia UMKM3.2 Modal UMKM3.3 Menejemen Waktu UMKM3.4 Minimnya Sumber Daya Penunjang Halo SocioZen ! Satu tahun lebih berlalu, pandemi covid-19  memberikan banyak cerita baru dalam berbagai sektor kehidupan. Salah […]

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.