Blog | GoSocial

Apakah profesi seorang designer grafis menjadi dambaanmu? Atau kamu sekarang sedang belajar tentang designer grafis? Jika iya bacaan ini tepat sekali untuk kamu baca.

Designer grafis memang sebuah profesi yang membutuhkan kreatifitas tinggi, dan keahlian akan software design grafis. Tapi bukan hanya tentang kemampuan secara praktik saja, ada soft skill yang juga harus dikembangkan agar proses pengerjaan sebuah desain berjalan lancar dan diterima oleh klien.

Jika kemarin Gogo sudah membahas tentang hard skill seorang designer grafis, biar lebih lengkap kamu pun harus baca informasi berikut ini. Soft skill yang harus dimiliki seorang designer grafis profesional, apa saja ya? Yuk mari disimak. 

Baca juga: Hard Skill yang Harus Dimiliki Seorang Designer Grafis Profesional

Kreatifitas

Sumber: Unsplash.com

Kreatifitas adalah hal yang utama menjadi seorang designer grafis. Karena apa? Itulah nilai jualnya. Sosok designer grafis adalah seseorang yang punya jiwa kreatifitas tinggi. Mereka mampu menyulap sebuah informasi, ide, konsep atau apapun itu menjadi kreasi visual yang lebih indah.

Tapi jika kamu merasa kurang kreatifitas, jangan khawatir, hal ini bisa dilatih dengan semakin banyaknya desain yang dibuat, loh. Dalam prosesnya kamu akan terbiasa merubah konsep dengan berbagai inspirasi dan referensimu sendiri.

Update

Sumber: Unsplash.com

Designer grafis yang menjadi bagian dari dunia digital dan seni, haruslah update terhadap tren baru dalam dunia desain. 

Desain apa yang sedang tren? Tools apa yang cocok digunakan. Dan berbagai hal lainnya yang dapat berubah setiap tahunnya.

Konsisten Belajar 

Sumber: Unsplash.com

Selain update, designer grafis pun harus konsisten belajar. Belajar dari software yang dikuasai, maupun inspirasi desain dari orang lain. 

Komunikasi

Sumber: Unsplash.com

Nah skill komunikasi adalah hal yang tak boleh kamu tinggalkan sebagai seorang designer grafis. Bagaimana tidak? Karena pasti kamu akan bertemu dengan banyak jenis klien.

Komunikasi di sini bukan berarti kamu harus menjadi seperti seorang public speaker, tapi kamu harus mampu memahami maksud klien dengan berbagai permitaannya. Dan juga mengutarakan pendapatmu sendiri dengan cara yang nyaman.

Manajemen Waktu

Sumber: Unsplash.com

Seorang designer grafis akan selalu dihubungkan dengan kata deadline atau batas akhir waktu pengerjaan. Makanya manajemen waktu akan sangat berguna bagi seorang designer grafis agar bisa mengirimkan desain tepat waktu.

Detail Oriented

Sumber: Unsplash.com

Mendesain yang hubungannya dengan software harus membuat elemen atau konten yang pasti agar pengerjaan tidak sia-sia. Sebelum desain pastikan konten yang akan kamu kerjakan sudah pasti, jika ada yang ragu tak ada salahnya kamu pun bertanya kepada klienmu.

Begitu pula saat kamu akan mengirimkan hasil desain ke klien. Teliti kembali desainnya, apakah ada salah penulisan, warna yang balance, penempatan logo dan masih banyak yang lainnya yang harus kamu teliti kembali.

Conflict Resolution

Sumber: Unplash.com

Jika ada hal yang terjadi di luar dugaan, seperti desain yang tidak sesuai. Kamu harus mampu mengatasi masalah tersebut dengan solusi yang cekatan. Biasanya akan ada revisi dari klien jika tidak sesuai.

Adaptasi

Sumber: Unsplash.com

Adaptasi, hal ini pun akan menjadi seorang designer grafis semakin profesional. Adaptasi yang pertama adalah ketika bertemu dengan berbagai macam klien dengan sifatnya. Kedua, adaptasi di sini adalah merujuk pada desain yang dibuat. Karena desain ditujukan untuk klien, kita pun harus beradaptasi dengan ciri khas dari perusahaan, usaha, atau konten klien. Misalkan saja ciri khas warna, font dan lainnya. Kamu tak boleh mendesain asal-asalan.

Menjaga Mood

Sumber: Unsplash.com

Menjaga mood hal yang tidak boleh kamu lupakan untuk seorang designer grafis yang bergelut pada dunia kreatifitas.Karena dengan moodmu tetap stabil pengerjaan desainmu pun akan tetap enjoy dan tepat waktu.

Jikalau kondisi sedang tidak ada ide atau merasa burn out, kamu pun harus pandai-pandai mencari waktu istirahat dan relaks agar moodmu datang kembali.

Neh, begitulah soft skill yang harus dimiliki seorang designer grafis profesional. Ketika kamu bekerja secara profesional, hasil karya kamu pun akan profesional.

 

Comments to: Ketahui Soft Skill yang Harus Dimiliki Seorang Designer Grafis Profesional

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Artikel terbaru lainnya

Artikel terkait

Trending

Daftar Isi1 Yuk, Melihat Fakta Peningkatan UMKM Go Digital !2 Apakah Peningkatan Ini Tergolong Besar ?3 Lalu, Apa Faktor UMKM Lamban Go Digital ?3.1 Sumber Daya Manusia UMKM3.2 Modal UMKM3.3 Menejemen Waktu UMKM3.4 Minimnya Sumber Daya Penunjang Halo SocioZen ! Satu tahun lebih berlalu, pandemi covid-19  memberikan banyak cerita baru dalam berbagai sektor kehidupan. Salah […]

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.