Blog | GoSocial

Apakah kamu pernah mengeluh melihat pakaian di lemari kamu yang sudah menumpuk namun enggan untuk dipakai karena sudah tidak muat dan bertanya-tanya akan diapakan. Dahulu hal tersebut membuat kita bingung yang akhirnya ditaruh kembali sampai menumpuk. 

Namun sekarang telah berubah, semakin berkembangnya zaman semakin luas pemikiran dan ide-ide baru yang menjadi inspirasi.

Salah satu yang sedang trend dan bahkan menjadi lahan bisnis yang menjanjikan terutama bagi anak muda adalah bisnis thrift shop dan preloved.

Pengertian Thrift Shop

Thrift shop adalah menjual barang yang bermacam macam dengan harga yang sangat murah. Thrift shop identik dengan pakaian bekas atau second.

Pada awalnya thrift shop adalah barang yang dijual dari luar negeri dari donasi. Tapi kini thrift shop telah bertransformasi menjadi jual beli barang bekas yang begitu menjanjikan.

Hadirnya thrift shop sendiri memang sangat memberikan pilihan baru untuk bisa tetap bergaya dengan harga yang murah dan tentunya bisa menghemat tabungan.

Walaupun identik dengan barang bekas atau second tapi jangan salah, thrift shop menawarkan barang yang masih layak pakai, kece bahkan terbilang sanggup memberikan kamu kepercayaan diri.

Koleksi thrift shop biasanya yang dijual mulai dari dress, kemeja, celana hingga rok.

Thrift shop sendiri sebenarnya tidak hanya terpaku pada pakaian atau fashion tapi juga peralatan rumah tangga, mebel dan lain sebagainya.

Pengertian Preloved

Preloved adalah jual beli barang bekas namun masih terlihat seperti baru dan tentunya dijual dengan harga miring. Preloved terkenal dengan koleksi barang atau pakaian yang bermerek.

Beberapa barang-barang preloved adalah dari hasil koleksi pribadi yang sudah tidak terpakai namun masih mempunyai nilai jual yang tinggi bahkan sulit dicari atau langka dipasaran. 

Dengan membeli barang preloved seseorang bisa seakan meningkatkan status sosialnya karena menggunakan barang yang bermerek dan mendapatkannya dengan harga yang terjangkau serta memiliki nilai prestise tersendiri saat memakainya.

Perbedaan Thrift Shop Dan Preloved

Secara sederhana, perbedaan thrift shop dan preloved adalah dari barangnya, walaupun sama-sama barang second. 

Thrift shop itu adalah barang yang berasal dari luar negeri, sedangkan preloved adalah barang hasil dari koleksi pribadi. Dan keduanya memiliki kesamaan, yaitu barang yang masih layak pakai dan dijual dengan harga yang terjangkau.

Keuntungan Membuka Usaha Thrift Shop dan Preloved

sumber : unsplash.com

Tidak Memerlukan Modal Besar

Saat ini bisnis tidak hanya harus memikirkan modalnya berapa, tidak. Yang penting kamu tahu caranya dan memahami barangnya. 

Thrift shop dan preloved adalah bisnis kecil yang menguntungkan dan tidak memerlukan modal yang besar.

Karena barang yang dijual lebih murah dari harga pasaran dan konsep thrift shop dan preloved adalah memberikan kemudahan bagi konsumen untuk tetap bergaya dengan harga yang murah dan tentunya barang yang masih layak pakai atau bahkan masih terlihat baru. Dan itu bisa menguntungkan konsumen.

Membantu Menjaga Lingkungan (Sustainable Living)

Fast fashion semakin menambah beban sampah atau menjadi limbah yang bisa merusak lingkungan. Dengan kamu membuka usaha thrift shop atau preloved kamu bisa memperpanjang umur barang tersebut. Pada dasarnya barang tersebut tergolong masih layak untuk digunakan.

Trend Di Kalangan Anak Muda

Dengan bonus demografi yang ada dan akan terus bertambah, maka ini adalah bisnis yang menjanjikan, karena target pasar akan begitu luas dan tersebar di berbagai wilayah. 

Kamu bisa mencoba bisnis thrift shop dan preloved untuk mendapatkan keuntungan dan memberikan kamu ketahanan keuangan di masa depan. 

Karena bisnis ini sangat menjanjikan dan terkadang anak muda dipusingkan dengan harga barang yang mahal tapi dengan adanya thrift shop dan preloved para anak mudah bisa tetap bisa bergaya tanpa mengeluarkan banyak biaya, hemat bukan!

Lifestyle Sudah Menjadi Kebutuhan

Lifestyle atau gaya berpakaian sudah menjadi kebutuhan, terkadang anak muda itu merasa insecure dengan apa yang dipakainya karena tidak sesuai trend atau berbeda dari teman temannya, tapi thrift shop dan preloved mendorong anak muda untuk bisa tetap mengekspresikan dirinya. Tak cuma itu trend barang vintage kini semakin naik dan menjamur, jadi barang-barang thrift shop dan preloved bisa mengakomodir barang vintage yang langka untuk bisa ditemukan. Itu bisa menjadi pengalaman yang menarik.

Tips Memulai Bisnis Thrift Shop dan Preloved

sumber : unsplash.com

Tentukan Barangnya Yang Ingin Dijual

Ketika kamu ingin memulai usaha thrift shop atau preloved kamu harus tentukan barang apa yang akan kamu tawarkan, tidak semua bisa kamu jual belikan. 

Misalnya kamu fokus pada t-shirt, jaket, hoodie, dan lainnya. Mengapa demikian? Selain memudahkan konsumen dalam membeli dan mengingat toko, kamu juga memudahkan kamu untuk mencari supplier.

Cermati Kebersihannya

Sebelum kamu berbelanja dan akan kamu jual kembali, kamu harus cermat melihat kebersihan dari barang tersebut, seperti apakah masih ada noda yang masih membekas, kemudian warna yang masih bagus lalu bahannya apakah masih layak digunakan dan kelayakannya lainnya seperti tidak ada kecacatan pada barang tersebut. 

Setelah itu ketika sudah aman pastikan kamu mencucinya dengan baik, setrika dengan rapi, berikan wewangian dan sulap pengemasan barang bekas tadi seakan terlihat seperti baru, tidak lupa sebelum kamu mencucinya kamu harus direndam dahulu dengan air panas. 

Hal ini tentunya bisa memberikan kepercayaan kepada konsumen.

Karena konsumen masih enggan membeli barang dari thrift shop atau preloved karena khawatir mengenai kebersihannya karena memiliki label “barang bekas.”

Tentukan Target Pasar

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa target konsumen yang terbesar dalam memasarkan barang thrift shop atau preloved adalah anak muda. 

Kamu harus detail dalam membidik target kamu siapa, seperti latar belakang ekonominya, pendidikan, atau dalam berbelanja memilih offline atau online. Dari hal tersebut kamu bisa lebih mudah dalam memasarkan barang thrift shop atau preloved kamu.

Perhitungan Modal

Sebuah bisnis pasti harus mempunyai modal awal, walaupun modal yang dibutuhkan berbeda beda. 

Untuk thrift shop atau preloved sendiri kamu bisa hitung modal awalnya sampai pengemasannya. Ketika perhitungan sudah matang maka nantinya bisa kamu menghitung antara pemasukan dan pengeluaran serta kamu bisa mengevaluasinya secara berkala agar tidak merugi.

Mencari Langganan atau Tempat Membeli Barang Untuk DiJual

Ketika kamu memulai suatu usaha pasti akan sulit dan membingungkan kalau tidak mempunyai langganan untuk membeli barang yang akan kamu jual lagi atau yang sering kita dengar dengan sebutan agen atau supplier. 

Dengan kamu mempunyai langganan, kamu bisa saling bekerja sama dan bisa lebih mengenal dekat. Untuk bisnis thrift shop dan preloved sendiri kamu bisa mencari supplier atau agen secara offline atau online

Tapi sebaiknya kamu berbelanja secara offline karena mengetahui barangnya secara detail dan kamu bisa mendapatkan barang yang lebih murah apabila kamu mempunyai keahlian dalam menawar.

Bila kamu berbelanja secara online modal kamu hanya habis untuk ongkir.

Memaksimalkan Media Sosial

Dan tahap terakhir adalah cara mempromosikannya yaitu lewat media sosial. 

Media sosial adalah jawaban terampuh dan menjadi solusi dalam hal mempromosikan produk secara online. Kamu bisa menggunakan Instagram atau Tiktok untuk promosi usaha thrift shop atau preloved kamu.

Kalau kamu tidak mempunyai waktu, kamu bisa bekerja sama dengan GoSocial karena kami Creative Digital Agency yang mampu menampilkan bisnis kamu di media sosial terlihat menjadi lebih profesional dan tentunya membantu meningkatkan bisnis kamu.

Kami mempunyai jasa profesional yaitu Social Media Management, Social Media Engagement, Branding & Design dan lainnya.

Informasi lebih lanjut kamu bisa follow Instagram kami, gosocial.id

Comments to: Kian Digemari, Ini Perbedaan Bisnis Thrift Shop Dan Preloved

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Artikel terbaru lainnya

Artikel terkait

Trending

Daftar Isi1 Yuk, Melihat Fakta Peningkatan UMKM Go Digital !2 Apakah Peningkatan Ini Tergolong Besar ?3 Lalu, Apa Faktor UMKM Lamban Go Digital ?3.1 Sumber Daya Manusia UMKM3.2 Modal UMKM3.3 Menejemen Waktu UMKM3.4 Minimnya Sumber Daya Penunjang Halo SocioZen ! Satu tahun lebih berlalu, pandemi covid-19  memberikan banyak cerita baru dalam berbagai sektor kehidupan. Salah […]

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.