fbpx

Blog | GoSocial

Di Masa pandemi Covid-19 ini yang semakin menghimpit ekonomi masyarakat, terutama bagi mereka yang kehilangan pekerjaan. Beberapa orang mungkin mengajarkan kita untuk membuka usaha atau berwirausaha saja, misalnya bidang kuliner atau usaha lainnya.

Bagi kita yang mungkin orang awam dalam bisnis pasti bingung mau buka usaha apa dan memikirkan bagaimana mencari modalnya atau modal awalnya untuk membuka usaha dan ada pertimbangan kalau tidak laku di pasaran, bagaimana?

Kita pun masih dipusingkan lagi dengan kehidupan yang harus terus berjalan serta kebutuhan hidup yang setiap hari semakin meningkat.

Salah satu cara sederhana untuk bisa menambah pemasukan demi kelangsungan hidup adalah dengan mencoba bisnis dropship atau reseller? Apa itu?

Pengertian Dropship dan Reseller

unsplash.com

Dropship adalah suatu sistem bisnis dimana penjual berperan sebagai supplier dan pembeli sebagai distributornya, maksudnya?

Sederhananya kamu sebagai dropship hanya perlu memikirkan bagaimana cara kamu mempromosikan produk agar bisa laku. Jadi kamu tidak perlu membeli produk dari supplier. Ketika ada yang ingin membeli kamu baru menghubungi supplier.

Reseller adalah dimana kamu atau yang ingin memulai bisnis membeli produk dari produsen atau pihak lainnya dan menjualnya kembali dengan cara kita sendiri dan dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. 

Reseller berbeda dengan dropship, kalau reseller harus membutuhkan modal awal yang cukup besar. Biasanya bisnis yang dijual oleh reseller adalah kecantikan, elektronik dan lainnya.

Cara Kerja Dropship dan Reseller

unsplash.com

Dropship

  • Pastikan kamu mencari supplier yang mau melayani order dropship.
  • Lalu kamu mencatat apa saja yang dijelaskan oleh supplier dari mulai foto dan informasi lengkap seputar produk yang akan dijual.
  • Cara Kerja dropship nyatanya sangat membutuhkan kreativitas tinggi, kamu harus bisa mempromosikan produk yang kamu jual ke berbagai media sosial atau marketplace. Ujung tombak dari dropship adalah promosi yang gencar dan berulang. Hal ini juga membutuhkan kuota internet, pulsa dan smartphone.
  • Kemudian setelah kamu mempromosikan produk, ketika ada pelanggan yang ingin membeli, kamu segera mengontak supplier untuk mengirimkan produknya kepada konsumen.

Sederhananya Dropship itu sebagai perantara antara pembeli dan penjual.

Reseller

unsplash.com
  • Pertama, kamu harus mempunyai modal yang cukup.
  • Kedua, kamu harus selektif mencari supplier yang melayani reseller kemudian mencari barang yang berkualitas namun dengan harga yang rendah.
  • Ketiga, setelah mendapat supplier yang terpercaya, kamu membeli produk dari supplier dengan jumlah yang kamu butuhkan untuk kamu jual kembali.
  • Keempat, Reseller bisa sebebas mungkin untuk mempromosikan produknya di media sosial atau pun marketplace dan dengan caranya sendiri. Berbeda dengan dropship yang harus sesuai dengan arahan dari supplier mulai dari foto sampai dengan deskripsi produknya.

Perbedaan Dropship dan Reseller

Modal

Seperti pada penjelasan diatas bahwa dropship itu hanya membutuhkan modal yang minim dan tidak perlu repot untuk melakukan penyetokan produk.

Sedangkan reseller sangat membutuhkan modal yang besar di awal karena harus melakukan penyetokan produk dengan jumlah yang banyak.

Singkatnya, dropship tidak harus mempunyai modal yang besar, sedangkan reseller harus mempunyai modal untuk melakukan penyetokan produk atau barang.

Risiko

Reseller mempunyai risiko yang cukup rentan, mengapa? karena ketika modal sudah dikeluarkan dengan banyak dan produknya tidak laku di pasaran maka bisa mengakibatkan kerugian dan akhirnya menjual produk tersebut dengan harga serendah rendahnya.

Hal itu sebenarnya tidak akan terjadi kalau promosinya itu sesuai target pasar serta pengelolaan media sosialnya dan branding yang kuat untuk meningkatkan penjualan.

Sementara dropship hanya mempunyai resiko kerugian ketika sedang tidak ada stok di supplier namun ada banyak pelanggan yang mengantri untuk membeli dan ini juga mengakibatkan kamu tidak mendapat untung dan juga kehilangan kepercayaan dari pelanggan yang sudah kamu bangun lewat berbagai macam cara promosi.

Keuntungan

Bicara soal keuntungan reseller menjadi jawabannya. Karena reseller bisa menjual barang dengan banyak dalam satu waktu karena sudah ada stok produk yang siap antar dan dengan harga yang kita tentukan sendiri.

Sedangkan dropship walau minim modal dropship juga minim dalam mendapatkan keuntungan. Keuntungan dropship itu didapat berdasarkan komisi penjualan atau juga perjanjian awal dengan supplier.

Banyak orang terdekat atau melihat orang sekitar membuka usaha atau pekerjaan sampingan begitu cepat dan kelihatannya mudah.

Namun kita harus pastikan dahulu apakah produk yang akan kita tawarkan cocok dengan khalayak luas lalu bisa diterima atau tidak, kemudian cara mempromosikannya.

Sekarang ini kita dimudahkan dengan media sosial dan marketplace tapi itu hanya sebagai wadah dan setelah itu kita yang mempunyai cara sendiri untuk meraih keuntungan.

Jangan hanya terpaku untuk mendapatkan keuntungan.

Dropship dan reseller menjadi solusi untuk kamu yang bingung ingin membuka usaha apa atau kamu yang baru memulai bisnis (pebisnis muda). Kebingungan di awal memang wajar tapi apabila kamu serius dalam berbisnis maka semakin dekat langkahmu mencapai kesuksesan.

Apabila sudah matang dalam membuka usaha dan ingin mempromosikannya lebih bagus dan profesional kamu bisa kami bantu karena kami adalah GoSocial, Creative Agency Digital yang mempunyai jasa Social Media Management & Social Media Engagement serta Branding & Design.

Informasi lebih lengkap bisa kamu lihat disini atau follow Instagram kami GoSocial.id

Comments to: Masih Bingung Mau Buka Usaha Apa? Coba Dropship atau Reseller Aja

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Artikel terbaru lainnya

Artikel terkait

Trending

Daftar Isi1 Yuk, Melihat Fakta Peningkatan UMKM Go Digital !2 Apakah Peningkatan Ini Tergolong Besar ?3 Lalu, Apa Faktor UMKM Lamban Go Digital ?3.1 Sumber Daya Manusia UMKM3.2 Modal UMKM3.3 Menejemen Waktu UMKM3.4 Minimnya Sumber Daya Penunjang Halo SocioZen ! Satu tahun lebih berlalu, pandemi covid-19  memberikan banyak cerita baru dalam berbagai sektor kehidupan. Salah […]

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.