fbpx

Blog | GoSocial

Rasa senang, emosi dan bahagia itu berasal dari sebuah cerita yang diceritakan, entah itu dari film, video, cerita orang lain atau bahkan podcast. 

Di era sekarang ini storytelling menjadi sangat naik daun bahkan dikagumi oleh banyak orang. Kedekatan dengan seseorang juga muncul dari kecocokan antara pengalaman dan ceritanya. Storytelling menjadi cara komunikasi yang tepat dan tidak akan pernah tergerus oleh zaman.

Dengan kuatnya kekuatan storytelling kini bisa diaplikasikan pada marketing dalam mempromosikan suatu produk dan menjadi strategi utama dalam promosi. 

Bagi beberapa orang rasanya sudah mulai jenuh melihat iklan, tapi apabila dibalut dengan storytelling itu berbeda hasilnya, orang akan merasa lebih dekat dan dengan senang hati mendengarkan atau melihat sebuah iklan.

Pengertian Storytelling

unsplash.com

Storytelling adalah proses menggabungkan fakta dan narasi untuk mengkomunikasikan sesuatu kepada audiens. Beberapa cerita dibalut dengan beberapa fakta yang aktual dan ada yang dibalut dengan improvisasi untuk menjelaskan pesan agar lebih baik.

Cerita bukan hanya yang kita dengar atau tonton tapi juga kata-kata atau kalimat yang digabungkan menjadi sebuah cerita yang menarik. Seperti artikel, caption di media sosial dan lainnya.

Storytelling hadir untuk membuat promosi lebih soft atau bisa dibilang storytelling adalah bentuk teknik soft selling.

Jadi tidak begitu menawarkan secara langsung namun bisa memberikan cerita dahulu kepada audiens.

Pentingnya Storytelling Dalam Marketing

unsplash.com

Meningkatkan Brand Awareness

Storytelling mengedepankan emosi yang akan diterima oleh audiens.

Konsep storytelling memberikan pengalaman, cerita baru, bahkan mengenang cerita masa lalu bagi audiens yang melihatnya. Dengan kedekatan emosional tersebut audiens bisa lebih mudah mengingat brand dan produk yang kamu tawarkan diantara banyak produk lainnya.

Engagement

Selain untuk kemudahan dalam mengingat brand atau bisnis, teknik storytelling juga membawa angin segar untuk bisa menaikkan engagement.

Dengan menyentuh sisi emosional audiens kemudian audiens akhirnya tertarik dengan media sosial bisnis atau brand kamu, mulai membeli produk dan akhirnya bisa merekomendasikan produk ke orang-orang terdekatnya.

Membuat Ciri Khas

Ketika ada satu iklan yang mungkin bagi audiens menyentuh atau bahkan lucu maka brand atau bisnis akan mempunyai ciri khasnya tersendiri.

Storytelling bisa saja membuat sebuah maskot dari sebuah brand atau bisnis, yang mana ketika dibicarakan oleh audiens itu berawal dari keunikan ceritanya lalu akhirnya mengenal brand atau bisnis serta produk yang ditawarkan, bukan tidak mungkin mereka menunggu iklan selanjutnya baik video maupun content lainnya. Contohnya Web Series.

Membangun Hubungan Dengan Audiens

Audiens kita adalah manusia dan manusia itu saling terhubung, berkembang dan hingga akhirnya menemukan cara hidupnya yaitu dari sebuah cerita, karena apa? Karena cerita adalah pengalaman dasar manusia. Storytelling itu menyentuh dan menggoreskan kisah.

Sebagai contoh kamu mempromosikan produk handphone. Kamu bisa membuat cerita mengenai seorang anak yang ingin mewujudkan mimpi ibunya untuk mempunyai handphone agar bisa berjualan secara online, sang anak pun bekerja keras dan rela menabung demi membelikan handphone kepada ibunya dan lainnya.

Di dalam contoh tersebut ada cinta dan kasih sayang kepada orang tua yang tertanam dan bisa menjadi strategi marketing yang mampu melekat dengan audiens.

Membangun Strategi Penjualan dengan Teknik Storytelling

pexels.com

Pahami Audiens

Cerita dibuat bukan hanya tentang kualitasnya saja namun sebelum cerita itu muncul ada analisis terlebih dahulu yaitu memahami siapa audiens atau target pasar kamu. 

Blog.hubspot.com menjelaskan bahwa untuk mengetahui audines diawali dengan cara melakukan riset target pasar dan menentukan buyer persona.

Tetapkan Strategi Storytelling

Sebelum membuat cerita, kamu bisa membuat strateginya dahulu agar pesan yang disampaikan mudah dicerna oleh audiens. Ada beberapa pertanyaan yang bisa membantu kamu dalam membuat strategi storytelling.

  1. Siapa yang mendengarkan atau siapa target audiens?
  2. Apa pesan yang terkandung dalam cerita?
  3. Apa tujuan membuat storytelling? (penjualan, brand awareness, dan lainnya)
  4. Apa kalimat Call To Action yang akan kamu pakai?
  5. Di platform mana kamu akan membuatnya? (media sosial, video pendek, website dan lainnya)

Temukan Cerita Unik Pada Bisnis

Kamu perlu tahu apa keunikan dari bisnis kamu yang bisa dibuat cerita, karena itu bisa membantu meningkatkan penjualan dan branding. Behind the scene atau cerita dibalik mengapa bisnis kamu bisa berdiri mampu menarik perhatian dan simpati dari audiens.

Buat Narasi Secara Personal

Karena kamu sudah memahami target audiens-nya siapa maka cerita yang dibuat lebih ditekankan secara personal, mungkin kita tidak mengetahui latar belakangnya namun setidaknya kita memahami apa masalahnya di umur yang sekarang ini, gender dan lainnya yang bisa dibuat narasi secara personal dan unik.

Sisi personal memudahkan untuk mengingat brand atau produk kamu terhadap audiens.

Gunakan Media yang Tepat

Setelah mengetahui bagaimana membuat cerita, selanjutnya adalah cara mempromosikannya dengan media yang tepat? 

Platform media sosial begitu beragam, audiens-nya pun demikian. Kamu bisa lebih spesifik untuk menggunakan platform mana yang tepat dalam mempromosikan brand atau produk kamu. 

Kalau target audiens kamu anak muda milenial maka cocok di instagram dan kalau target kamu orang yang lebih tua atau dewasa kamu bisa memakai facebook. Disesuaikan dengan target audiens kamu.

Konsisten

Gunakan storytelling yang sama, biarkan storytelling mengalir ke para audiens agar mereka semakin melekat dan mengenal lebih jauh dengan brand atau bisnis kamu. Konsisten menggunakannya dimana saja dan samakan, misalnya untuk email, media sosial, website dan lainnya.

Storytelling dibuat bukan karena sebuah strategi textbook atau ikut-ikutan melainkan strategi humanis yang memberikan hiburan, kesan tersendiri sampai merasa dekat dengan brand atau bisnis.

Bukan tidak mungkin brand atau bisnis kamu bisa dikenal lebih luas yang diawali dari strategi storytelling yang apik.

Dibalik itu, kesuksesan sebuah storytelling adalah cara mengelola media promosinya dan adanya desain yang keren.

GoSocial mempunyai jasa Social Media Management & Social Media Engagement serta Branding & Design yang siap membantu kamu dalam mengemas Storytelling lebih kreatif.

Informasi lebih lanjut bisa kamu lihat disini atau follow Instagram kami GoSocial.id

Comments to: Storytelling Marketing : Mengembangkan Bisnis Hanya Dengan Cerita

Your email address will not be published.

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Artikel terbaru lainnya

Artikel terkait

Trending

Daftar Isi1 Yuk, Melihat Fakta Peningkatan UMKM Go Digital !2 Apakah Peningkatan Ini Tergolong Besar ?3 Lalu, Apa Faktor UMKM Lamban Go Digital ?3.1 Sumber Daya Manusia UMKM3.2 Modal UMKM3.3 Menejemen Waktu UMKM3.4 Minimnya Sumber Daya Penunjang Halo SocioZen ! Satu tahun lebih berlalu, pandemi covid-19  memberikan banyak cerita baru dalam berbagai sektor kehidupan. Salah […]

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.