Blog | GoSocial

Saat tahun 2017 sebuah data pun menunjukkan, lebih dari 50% calon klien lebih suka melihat sebuah video daripada konten yang lainnya. 

Sekarang pun perkembangan video iklan semakin pesat dengan berkembangnya teknologi maupun media sosial. Berapa kalikah kamu melihat iklan tak sengaja di internet setiap harinya? Apalagi saat membuka platform video seperti YouTube. 


Yah, video iklan memang menjadi hal penting untuk mengenalkan bisnismu ke seluruh penjuru dunia. Tapi bagaimana ya membuat video iklan yang memikat penonton biar nggak sia-sia? Yuk mari Gogo kasih tahu tipsnya. Simak penjelasan di bawah ini.

Tentukan Jenis Konten Video

Sumber: Unsplash.com

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat konsep video. Tentukan dulu jenis konten video iklan yang akan kamu buat. Beberapa jenisnya seperti ini:

  • Wawancara: video berbentuk wawancara adalah melibatkan seorang narasumber, seseorang yang ahli atau relevan dengan bisnismu. Bisa juga sebuah testimoni dari customer yang sudah memakai jasa atau produk bisnismu.
  • Monolog: jenis konten video ini berisi perkenalan atau penjelasan mengenai produkmu. Namun perlu diperhatikan agar jenis konten ini tidak membosankan, kamu harus merancangnya sedemikian menarik. Bisa juga membuatnya menggunakan animasi, stop motion, dan lainnya.
  • Tutorial: kamu pun bisa membuat video iklan yang berisi bagaimana produkmu berguna dan menjadi solusi dari kebutuhan konsumen. Di sini mereka akan melihat bagaimana produkmu berfungsi.
  • Video Lucu: video iklan pun ada yang berjenis video lucu yang memunculkan unsur komedi sebagai hiburan. Video jenis ini juga bisa diterapkan untuk menghindari hard selling.
  • Video explainer: Kamu pun juga bisa menggunakan jasa video explainer yang akan membantumu secara visual. Biasanya mereka akan membuatkan animasi singkat tentang produkmu.

Skenario yang Menarik

Sumber: Unsplash.com

Skenario menjadi hal selanjutnya yang dapat kamu persiapkan dalam membuat video iklan. Skenario menjadi panduan bagaimana produksi video iklanmu berjalan. 

Skenario membahas detail bagaimana konsep atau isi video secara keseluruhan. Visual seperti apa yang akan ditampilkan dalam videomu? Hal ini pun membutuhkan ide dan kreatifitas yang tinggi untuk menyampaikan produk dari bisnismu.

Dengan skenario kamu pun bisa menentukan siapa yang akan menjadi model, alat-alat yang dibutuhkan, lokasi, bahkan sampai budget yang kamu keluarkan. Jadi, skenario adalah hal yang tak boleh kamu tinggalkan.

Sampaikan Cerita yang Memikat

Sumber: Pixabay.com

Dalam sebuah konsep video iklan, cerita pun bisa menjadi poin yang membuat orang tertarik untuk tetap menonton iklanmu. Selipkan sebuah cerita yang menggambarkan bagaimana produkmu bisa menjadi solusi untuk masalah konsumen.

Cerita di sini bukan berarti kamu harus mengonsepnya seperti film. Tetapi kamu bisa merancang bagaimana bagian opening, isi, dan juga closing menjadi sebuah rangkaian alur cerita. Contohnya saja iklan bumbu masak yang akan menampilkan awalan masakan yang mempunyai masalah, lalu ada solusi dengan bumbu masak yang akan membuat masakan tersebut lebih lezat dan enak.


Lagi-lagi kreatifitas pun sangat  dibutuhkan dalam membuat konsep tersebut. Namun terkadang ide tersebut bisa menjadi unik dengan penyampaian video iklan sesuai dengan ciri khas brandmu sendiri. Jadi sebelum jauh memikirkan cerita seperti apa, kenali juga bagaimana branding produkmu terlebih dahulu. Hal ini akan memudahkan kamu untuk mengonsep.

Durasi 15-30 Detik

Sumber: Pixabay.com

Durasi pun sangat berpengaruh bagaimana video iklan akan tetap ditonton atau tidak. Usahakanlah videomu tidak berdurasi panjang karena akan membuat bosan. Gogo rekomendasikan durasi untuk videomu antara 15-30 detik. 

Durasi 15-30 detik membuat videomu tidak terlalu singkat dan juga tidak terlalu panjang. Durasi seperti ini pun akan efektif untuk ditampilkan di media sosial baik story maupun postingan. Sebut saja instagram dengan durasi story 15 detik, reels 15-30 detik, begitu pula TikTok. YouTube pun tak ketinggalan, video iklan yang terkadang muncul di tengah-tengah video harus mampu memikat agar tidak di skip.

Selain media sosial, video iklan buatan perusahaan besar yang tayang di televisi pun berdurasi sekitar 15-30 detik agar bisa efektif ditayangkan di televisi.

Soft Selling yang Menjual

Sumber: Unsplash.com

Video iklan dibuat tentunya agar meningkatkan penjualan, dalam durasi singkat tersebut kamu perlu memberikan poin yang menjual agar produkmu dipilih konsumen. 


Poin yang menjual ini bisa kamu ambil dari kelebihan produkmu dibandingkan yang lain. Atau juga sesuatu yang unik dari produkmu. Namun semua itu disampaikan dengan cara soft selling agar videomu tidak terkesan jualan banget. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, gali soft selling tersebut dengan cerita yang kamu konsepkan.

SEO Video

Sumber: Pixabay.com

Banyak video iklan yang juga tayang di YouTube. YouTube pun terindeks oleh Google, yang artinya video-video yang tayang di YouTube masuk ke dalam database Google dan dapat ditampilkan hasil pencariannya di Search Engine Optmization atau SEO Google.

Hal ini juga menjadi strategi video marketing untuk memperluas jangkauan videomu. Buatlah judul video yang mengandung keyword atau kata kunci SEO yang berhubungan dengan jenis produkmu. Tambahkan keyword SEO tersebut di deskripsi video dan juga dalam tagging atau hashtag.

Keyword SEO ini akan sangat berguna ketika seseorang melakukan pencarian video dan videomu pun bisa ditemukan oleh lebih banyak penonton dengan keyword tersebut.

Nah begitulah cara membuat video iklan yang bisa memikat penonton agar menjadi pelangganmu. Video iklan yang menarik dan menjual pun bisa dikenang oleh penonton dan semakin meningkatkan brand awareness produkmu.

Comments to: Tips Jitu Membuat Video Iklan yang Memikat

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Artikel terbaru lainnya

Artikel terkait

Trending

Daftar Isi1 Yuk, Melihat Fakta Peningkatan UMKM Go Digital !2 Apakah Peningkatan Ini Tergolong Besar ?3 Lalu, Apa Faktor UMKM Lamban Go Digital ?3.1 Sumber Daya Manusia UMKM3.2 Modal UMKM3.3 Menejemen Waktu UMKM3.4 Minimnya Sumber Daya Penunjang Halo SocioZen ! Satu tahun lebih berlalu, pandemi covid-19  memberikan banyak cerita baru dalam berbagai sektor kehidupan. Salah […]

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.