Blog | GoSocial

Bisnis fashion, bisnis yang sangat banyak dilakukan orang-orang. Semakin pesatnya dunia digital dan media sosial, bisnis ini pun menjamur jadi bisnis online. Mulai dari yang punya brand sendiri, dropship, reseller, hingga thrift shop pun tak kalah laku. 

Emm, kenapa ya fashion banyak saingan tapi tetap saja ada? Karena fashion atau bisa kita sebut saja pakaian adalah kebutuhan pokok, fashion adalah lifestyle, kreatifitas, dan seni. Istilah outfit of the day atau ootd pun dikhususkan untuk apa fashionmu hari ini?

Apalagi bagi kamu pecinta mode pastinya tahu brand sekelas Chanel, Dior, Gucci, Zara, dan lainnya. Harga baju dari brand dunia tersebut bahkan bisa mencapai puluhan juta.

Bagi kamu yang ingin memulai bisnis fashion, kamu jangan minder dulu. Karena fashion bersifat up to date dan kesempatanmu untuk bisa sukses bisa terbuka kapan saja. Berikut adalah tips jitu memulai bisnis fashion dari Gogo, bagaimana caranya ya?

Riset Produk

Sumber: Unsplash.com

Riset produk adalah langkah awal untuk memulai bisnis fashion. Hal ini sangat penting dilakukan, untuk tahu kamu mau jualan apa? Memulai bisnis perlu ada perencanaan yang jelas, tidak boleh asal menjual produk. Bisnis fashion pun mempunyai jenis produk yang sangat beragam.

Apakah bisnismu akan berfokus untuk wanita, pria, atau dua-duanya? Belum lagi sekarang semakin bermunculan bisnis fashion khusus untuk muslimah. Jadi kamu harus mempunyai produk yang jelas sesuai kondisi pasar.

Riset produk bisa kamu lakukan dengan mengamati tren pasar seperti cek di google trends, cek di media sosial, atau bahkan melakukan survei ke konsumen di media sosial.

Tentukan Target Pasar

Sumber: Freepik.com

Setelah tahu apa produk yang akan kamu  jual, mengetahui target pasar adalah hal selanjutnya yang harus kamu pikirkan untuk bisnis fashionmu. Target pasar adalah orang-orang yang menjadi target penjualan bisnis kamu. 

Mereka ada di kalangan apa? Apakah remaja, mahasiswa, orang kantoran, ibu-ibu, dan sebagainya. Target pasar ini akan menemukan karakteristik, yang berhubungan dengan strategi pemasaran bisnis. Seperti promosi untuk anak remaja akan berbeda dengan promosi untuk orang yang sudah dewasa. Begitu pula dengan harga jual dari produkmu. Dan masih banyak lagi pengaruhnya ketika target pasarmu sudah jelas. 

Baca juga: Tentukan Dulu Target Pasar, Baru Pilih Media Sosial.

Nama Brand yang Otentik

Sumber: Unsplash.com

Setelah kamu tahu rencana bisnis fashionmu, membuat nama brand adalah hal yang wajib. Buatlah nama yang sangat menggambarkan dan mewakili bisnis fashion yang akan kamu dirikan. 

Salah satu rahasia sukses sebuah bisnis adalah mengenalkan dengan kuat apa nama brandnya. Untuk membuatnya kamu bisa memulai dengan melihat inspirasi nama-nama brand yang sudah sukses. Bagaimana nama itu bisa ngena dan diingat oleh masyarakat, serta bagaimana mereka mengemas nama brand tersebut. 

Dalam hal ini bukan berarti kamu meniru, tapi mengamati apa yang membuat mereka unik. Lalu kamu pun bisa merancangnya dengan filosofi ataupun hal apa saja yang terlintas yang menjadi idemu. Pastinya nama ini tak cepat tercipta, bahkan bisa saja kamu menemukan banyak nama. Tapi yang perlu diingat adalah kamu merencanakan benar-benar nama brand tersebut. Tidak asal tulis sesuai keinginanmu.

Logo Brand

Sumber: Unsplash.com

Logo adalah salah satu elemen penting yang merepresentasikan bisnismu. Logo ibarat salam perkenalan atau first impression yang akan selalu terlihat oleh audiens.

Logo membuat bisnis terlihat profesional. Meskipun baru memulai bisnis fashion, mempunyai logo akan meningkatkan kepercayaan dari calon pelangganmu. Dan ini sebagai cara pula untuk membranding bisnismu seluas mungkin.

Logo mempunyai banyak jenisnya, apakah berisi tulisan nama brand atau ada gambar? Jika berisi tulisan, kamu bisa memulainya dengan pemilihan font yang sesuai dengan karakter bisnismu, lanjut dengan warna.

Berdasarkan pengamatan Gogo, rata-rata bisnis fashion mempunyai logo simple yang hanya berisi tulisan brandnya saja. Bahkan sekelas brand dunia. Tapi apa yang membedakannya? Font adalah yang membedakan dan menjadi ciri khas. Balik lagi dari pembahasan sebelumnya, nama brand juga mempunyai pengaruh.

Baca juga: Pentingnya Logo dalam Bisnis atau Perusahaan Anda.

Bangun Karakter Fashionmu

Sumber: Freepik.com

Bisnis fashion sangat banyak, tapi apa yang bisa membuat bisnismu tetap berjalan? Hal itu adalah karakter fashion yang diproduksi dari brandmu. Contoh halnya fashion muslimah yang saat ini begitu menjamur. Tapi apa yang menjadi karakter dari fashion muslimahmu? Dari segi style, warna, bentuk baju, bahkan hingga pemilihan bahan produk.

Karena bisnis fashion pun semuanya sama, tentang pakaian. Tapi yang membedakan dari setiap brand adalah konsep fashion itu sendiri. Orang-orang pun mempunyai gaya fashionnya sendiri, begitu pula sebuah brand.

Amati Trend

Sumber: Unsplash.com

Fashion adalah hal yang bersifat update dan terbaru. Membangun bisnis fashion, kita pun harus tahu fashion yang sedang trend. Karena dari hal ini kamu pun bisa mendapatkan inspirasi fashion apa yang bisa diterapkan untuk brandmu. 

Dengan mengamati trend, kamu bisa membuat produk yang cocok, sesuai dengan apa yang sedang digemari masyarakat. Eits, tapi juga tidak meninggalkan ciri khas fashion dari brandmu.

Manfaatkan Media Sosial

Sumber: Unsplash.com

Yah, bisnis online sudah bukan rahasia. Masyarakat kita sudah terbiasa dengan belanja online yang tak perlu melihat langsung bagaimana produknya. Semua bisnis tidak hanya bisnis fashion, semuanya menuju go online dan go digital. So, membuat  akun media sosial adalah hal wajib kalau bisnismu mau dikenal luas.

Media sosial mempunyai dampak yang luar biasa terhadap sebuah bisnis, mulai dari pengenalan produk, promo, dan sebagainya. Platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook pun mempunyai fitur khusus bisnis. Apalagi bisnis fashion yang notabene nya adalah bisnis berupa barang atau produk, sangat membutuhkan media sosial untuk membuat toko online mu.

Media sosial pun bukan hanya perkara upload produk, ada yang namanya Social Media Management dan Social Media Engagement yang bisa banget mendukung kesuksesan bisnismu. Kabar baiknya kamu pun bisa loh memanfaatkan jasa dari GoSocial dengan kedua fasilitas tersebut. Dijamin sangat membantu.

Jualan di E-Commerce

Sumber: Unsplash.com

Hal yang tak boleh terlupakan adalah jualan di e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan lainnya. Karena jelas, di sini kamu bisa membuat toko online mu. Tidak dipungkiri e-commerce sudah dikenal oleh masyarakat dan akan sangat membantu untuk pemesanan online di mana pun kamu tuju.

Selain e-commerce kamu juga bisa mendirikan toko online mu sendiri di WooCommerce, sebuah plugin gratis yang dibuat oleh WordPress. 

Baca juga: Kenal Lebih dalam WooCommerce, Toko Online Gratis untuk Bisnismu.

Buat Website

Sumber: Unsplash.com

Nah, hal yang juga akan mendukung bisnis fashionmu profesional dan membuat brandmu semakin dikenal adalah membuat website. Website seperti sebuah rumah yang akan menjelaskan bagaimana bisnismu, lalu menghubungkannya dengan media sosial, e-commerce, dan berbagai platform lainnya yang kamu buat. Tentunya kamu bisa semakin lebih luas memperkenalkan produk-produk dan melakukan transaksi melalui website.

GoSocial pun menawarkan pelayanan website solution, loh. Di sini kamu bisa membangun website impianmu sendiri.

Nah begitulah tips jitu memulai bisnis fashion. Inti dari semua itu adalah bangun brandmu sebaik mungkin, manfaatkan platform online sebanyak-banyaknya. Kesempatanmu untuk bisa sukses di dunia fashion sangat terbuka lebar, dengan mampu mencari peluang dan memanfaatkannnya. Dengan ketekunan dan tekad yang kuat, bukan tidak mungkin bisnismu juga bisa tembus pasar internasional. 

Comments to: Tips Jitu Memulai Bisnis Fashion

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Artikel terbaru lainnya

Artikel terkait

Trending

Daftar Isi1 Yuk, Melihat Fakta Peningkatan UMKM Go Digital !2 Apakah Peningkatan Ini Tergolong Besar ?3 Lalu, Apa Faktor UMKM Lamban Go Digital ?3.1 Sumber Daya Manusia UMKM3.2 Modal UMKM3.3 Menejemen Waktu UMKM3.4 Minimnya Sumber Daya Penunjang Halo SocioZen ! Satu tahun lebih berlalu, pandemi covid-19  memberikan banyak cerita baru dalam berbagai sektor kehidupan. Salah […]

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.